Rabu, 11 November 2009

Menulis itu kegiatan Ekspresif Batin

Opini, Tajuk, Kolom
(sebuah uraian singkat)
Oleh Rosidi
Oleh Rosidi
Menulis opini (artikel) di media massa adalah pekerjaan yang mengasyikkan. Bukan sekadar karena uang (honor) yang akan kita terima atau kita akan dikenal oleh banyak orang karenanya. Lebih dari itu, kita juga telah berbagi ide (gagasan) tentang sebuah persoalan.
A. menggali ide
kita mau menulis apa? Itu pertanyaan awal yang harus diajukan. Setelah ketemu, ada tema, maka cobalah analisis masalah (tema) yang akan kamu angkat dalam sebuah tulisan. Riset data. Diskusi lah dengan banyak orang. Sehingga analisis kamu terhadap tema itu benar – benar menjadi sebuah analisis kritis dan tajam, dengan tawaran solusi (problem solving) yang sangat brillian.
C. Kumpulkan data dan refference (buku, majalah, koran, hasil penelitian dan lain sebagainya)
Data dan refference, berguna sekali untuk membangun analisis kita terhadap permasalahan yang akan kita tulis dan sebagai penguat analisis.
Sekarang, waktunya mulai menulis. Menulislah. Bebaskan pikiran anda untuk menganalisis masalah yang anda tulis. Sehingga, gagasan yang anda tawarkan nanti adalah gagasan original yang bermutu
III. Kolom
Kolom adalah tulisan sederhana tentang berbagai hal yang ada di sekitar kita. Tulisan ini biasanya menggunakan bahasa yang mudah dipahami, merakyat, kadang juga penuh canda.
Karena II. Tajuk (Editorial)
Sebenarnya antara tajuk dan opini nggak jauh berbeda. Sebagaimana opini, yang, aktualitas menjadi pertimbangan, Tajuk juga demikian. Bedanya adalah, kalau opini, semua orang bisa menulis. Sementara Tajuk (editorial), Pemimpin Redaksi lah yang berwenang dan mempunyai hak untuk menuliskannyaTajuk merupakan sikap redaksi terhadap masalah yang disorotinya.
E. editing
Ini adalah proses yang harus dilakukan, untuk meneliti, apakah tulisan kita bagus atau nggak. Apakah sesuai dengan EYD? Atau, layak atau tidakkah tulisan yang kita buat itu, untuk dimuat di media massa?
B. Membuat kerangka tulisan secara detail
membuat tulisan baik ilmiah maupun populer, sebenarnya sama saja. Pembukaan, isi (content) dan penutup. Kerangka dibuat adalah untuk memudahlan dan mensistematiskan tulisan agar runut dan enak dibaca.
Namun, menulis kolom tidaklah mudah. Karena ia harus peka terhadap lingkungan sosialnya. Apa saja bisa menjadi tulisan kolom. Banyaknya Anak – anak jalanan di sekitar Bangjo lalu lintas, di tangan Cak Nun akan menjadi kolom yang sangat analitis dan mengesankan. Dengan berbagai pandangan yang merakyat khas Kyai Kanjeng tentunya.
Banyaknya orang yang mengaji ke tempat seorang Habib di Kwitang Jakarta, di tangan Gus Dur, menjadi sebuah tulisan kolom yang menarik untuk dibaca. Lalu lalang Bus Kota, banyaknya pedagang dadakan, menjadi inspirasi tersendiri bagi Gus Dur untuk menuliskannya dalam sebuah kolom.
Nah, silakan anda menulis tentang apa saja di sekitar anda. Yakinlah bahwa anda bisa.
………………………………………………………………………………………
Banyaknya orang yang mengaji ke tempat seorang Habib di Kwitang Jakarta, di tangan Gus Dur, menjadi sebuah tulisan kolom yang menarik untuk dibaca. Lalu lalang Bus Kota, banyaknya pedagang dadakan, menjadi inspirasi tersendiri bagi Gus Dur untuk menuliskannya dalam sebuah kolom.
Nah, silakan anda menulis tentang apa saja di sekitar anda. Yakinlah bahwa anda bisa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar