Rabu, 11 November 2009

Bijaklah dalam Meresensi

Mencermati Prinsip-prinsip Penulisan Resensi
Untuk membuat sebuah resensi yang baik, penulis harus menetapkan sasaran-sasaran dalam menilai sebuah buku atau hasil karya sebagai berikut :
1. Latar Belakang
Bagian ini menyajikan tema secara singkat ditambah dengan deskripsi mengenai buku
2. Jenis Buku
Penulis resensi perlu menunjukkan kepada pembaca mengenai jenis buku yang diresensinya; apakah roman, bibliografi, buku filsafat, buku ilmu pengetahuan, cerita ditektif, dan sebagainya.

3. Keunggulan Buku
Ada empat hal yang digunakan penulis redensi untuk menunjukkan keunggulan buku, yakni:
a. Organisasi
Maksudnya adalah jerabgja buku itu, Apakah hubungan antara satu bagian denan bagian yang lain harmonis, jelas, dan memperlihatkan perkembangan yang masuk akal atau tidak.
a. Isi
Mempersoalkan bagaiman isi buku tersebut, apakah pengarang memberikan detail, teliti, memberikan sugestinya, atau tidak .
a. Bahasa
Menilai bahasa yang digunakan dalam buku itu. Bahasa yang digunakan untuk buku ilmiah dan buku sastra jelas berbeda. Bahasa Untuk karya ilmiah harus bersifat denotatif, hanya boleh menimbulkan satu penafsiran, sedangkan bahasa sastra memungkinkan orang mengembangkan imajinasinya sehingga dapat menimbulan konotasi.
a. Perwajahan Buku
Mengulas perwajahan buku (Layout), Misalnya apakah terdapat salah cetak. Demikian pula tentang keserasian tata letak, gambar, dan kulit buku, dapat diulas di sini.
4. Nilai Buku
Nilai buku terlihat pada kelebihan dan kekurangan buku tersebut. Berdasarkan penilaian tersebut, penulis resensi memberikan penilain kepada para pembaca; apakah buku itu patut dibaca atau tidak.
Langkah-langkah yang dapat dalam menyusun resensi
• Mencatat Judul Buku, Nama Pengarang, Nama Penerbit, Tahun terbit, Kota tempat penerbit, Tebal, Harga, Pengalih bahasa (Jika buku terjemahan)
• Mendaftar pokok-pokok isi buku
Jika meresensi buku jenis fiksi (misalnya: novel atau roman) maka pokok-pokok tersebut adalah : Tema; Tokoh dan perwatakan; Alur; Sudut pandang; gaya bahasa; Latar (Setting) cerita.
3. Mengungkapkan keunggulan dan kekurangan isi buku
4. Memberikan saran yang dapat ditambahkan pada buku.
5. Menulis resensi dengan memperhatikan kelengkapan unsur Resensi.

Menulis Resensi dengan Ejaan yang benar
Pada umumnya menulis resensi, kita harus tetap memperhatikan penggunaan ejaannya, seperti penulisan kata, penggunaan tanda baca, dan termasuk penggunaan huruf. Perhatikan contoh berikut!

Periode pasca-Orde Baru membuka peluang bagi suara-suara Ideologi Komunis yang semula terbungkam. Beberapa buku sejarah di sekitar G30S/PKI yang dilihat dari perspektif mantan tahanan politik PKI, diterbitkan. Para mantan tapol itu juga mulai berani berjuang membersihkan citra diri yang sebelumnya dinodai penguasa Orde Baru.

Gejala mutakhir adalah penerbitan ulang karya-karya sastra tokoh PKI dari zaman kolonial Belanda, tepatnya awal abad XX. Misalnya karya Mas Marco yang berjudul Student Hijo. Penerbitan karya-karya sasta itu tidak hanya memberi sumbangan dalam pembersihan nama. Melainkan juga bagi sejarah sastra Indonesia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar